Latest Entries »

Showing posts with label NASIONAL. Show all posts
Showing posts with label NASIONAL. Show all posts

28 January 2010

Fraksi di DPR Ramai-ramai Dukung Demo Buruh

Jakarta - Hampir semua fraksi di DPR ramai-ramai ikut mendukung para buruh yang demo di depan Gedung DPR menuntut kesejahteraan. Mereka pun berjanji ikut memperjuangkan nasib buruh.

"Saya Putih Sari dari Gerindra, saya menyampaikan pesan perdamaian kepada kaum buruh. Kami di sini berjuang keras untuk kesejahteraan buruh supaya tidak ada lagi kemiskinan," kata Putih di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/1/2010).

27 January 2010

Ditanya Testimoni Susno, Kapolri Hanya Senyum

Lagi-lagi soal Komjen Susno Duadji mulai dari kehadiran di sidang kesaksian Antasari sampai permohonan keterangan Saksi di Pansus Century susno membuat publik ramai. disetiap stasiun Televisi selalu menyajikan tentang sang Jenderal bintang Tiga. Baru-baru ini ramai tentang kesaksian Komjen Susno Duadji  yang mengeluarkan Testimoni. apa itu testimoni sang Jenderal itu..?

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) hanya tersenyum dan manggut-manggut saat diminta tanggapan atas testimoni mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji.

24 January 2010

Pansus Century Angkat Citra DPR


Ilustrasi (Foto: Koran SI)
JAKARTA - Anggota Pansus Angket Bank Century Maruarar Sirait terkejut melihat hasil survei Indobarometer. Menurutnya, survei ini membuktikan bahwa kinerja DPR saat ini sudah diapresiasi oleh masyarakat.
“Ini kan jarang anggota DPR dipercaya oleh hasil survei. Kami diawasi ketat. Setiap hari media datang, mahasiswa dan LSM juga datang mengawasi kami. Ini kesempatan bagi DPR untuk merebut kepercayaan publik,” ungkap politisi PDIP ini di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Minggu (24/1/2010).

Awalnya dia justru menilai bahwa hasil survei hari akan menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap DPR rendah. Namun sebaliknya, hasil survei ini menunjukkan kepercayaan yang cukup tinggi dari masyarakat.

“Berarti 30 orang dari kami (Pansus Century) bisa memberikan sesuatu. Masih ada yang kami perbuat dalam rangka membuat DPR lebih dipercaya publik,” tuturnya.

Terkait dugaan keterlibatan para pejabat, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pria yang akrab disapa dengan Ara itu menyatakan dari awal pihaknya tidak pernah memiliki target untuk menjatuhkan SBY, wakil Presiden Boediono, atau Menteri Keuangan Sri Mulyani. Hanya saja, dimungkinkan di tengah pemeriksaan, Pansus menemukan indikasi-indikasi keterlibatan mereka.

“Tidak ada target seperti itu, tapi konteksnya sebaliknya. Kami ingin betul-betul membuka. Tapi kalau terbukti ada keterlibatan si-A dan si-B melanggar, masak kami diamkan,” sahutnya.

Dia menandaskan Presiden SBY tidak perlu berprasangka bila dia tidak bersalah. “Yang harusnya berprasangka dan khawatir, bila dia merasa salah. Dan yang salah harus kita tindak,” pungkasnya.

Berdasarkan survei Indobarometer yang dirilis hari ini, sebanyak 52,4 persen responden yakin bahwa Pansus Bank Century bisa menyelesaikan tugas dengan baik. Survei itu dilakukan mulai 8 hingga 18 Januari 2010 di 33 provinsi dengan margin of error, plus-minus 3,0 persen


Sumber : Okezon.com  (Minggu, 24 Januari 2010 - 16:54 wib)

23 January 2010

Buku Gurita Cikeas

Buku Gurita Cikeas - buku ini kini menjadi buah bibir masyarakat, dan tidak kalah hebohnya dengan kasus Bank Century. Seperti kita ketahui Buku Membongkar Gurita Cikeas yang ditulis oleh Bung George Junus Aditjondro, Guru Besar Sosiology Korupsi New Castle University Australia yang pernah ‘menelanjangi’ KKN antara Presiden Suharto dengan Habibie lewat buku “Dari Soeharto ke Habibie : guru kencing berdiri, murid kencing berlari : kedua puncak korupsi, kolusi, dan nepotisme rezim Orde Baru” (Pijar Indonesia, 1998), dan “Korupsi Kepresidenan Reproduksi Oligarki Berkaki Tiga: Istana, Tangsi, dan Partai Penguasa” (Mei, 2006) ini kembali membetot perhatian banyak orang, dari tukang becak hingga RI-1.

Dengan lokasi launching di Yogyakarta, George Junus Aditjondro Rabu (23/12) meluncurkan buku terbarunya yang berjudul “Membongkar Gurita Cikeas, di Balik Kasus Bank Century”. Buku dengan cover seekor gurita dengan “Mahkota Raja Jawa” itu isinya dengan sangat berani membongkar KKN yang berada di sekeliling Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sejak dari Pemilu dan Pilpres 2009 hingga kasus Bank Century.
 
Namun sayang banget, baru 2-3 hari di distribusikan oleh PT. Gramedia, buku Gurita Cikeas itu sudah lenyap di pasaran. Diduga bukan karena habis terjual melainkan karena adanya desakan dari kekuasaan.

Berikut isi pada halaman pertama dalam buku Gurita Cikeas ini :

" Apakah penyertaan modal sementara yang berjumlah Rp 6,7 triliun itu ada yang bocor atau tidak sesuai dengan peruntukannya? Bahkan berkembang pula desas-desus,rumor, atau tegasnya fitnah, yang mengatakan bahwa sebagian dana itu dirancang untuk dialirkan ke dana kampanye Partai Demokrat dan Capres SBY; fitnah yang sungguh kejam dan sangat menyakitkan….

Sejauh mana para pengelola Bank Century yang melakukan tindakan pidana diproses secara hukum, termasuk bagaimana akhirnya dana penyertaan modal sementara itu dapat kembali ke negara? "

Rasanya seru dan membuat kita penasaran tentang isinya,..

12 January 2010

Abdurahman Wahid bapak Pluralisme

Siapa yang tak kenal Bapak Abdurahman Wahid yang sering disapa Gusdur dan mantan Presiden Republik Indonesia yang ke 4 yang terkenal dengan Canda tawa dan beberapa Anekdotnya. bahkan diakhir hayatnya sempat terucap dikalangan keluarga dan santrinya ketika di pondok pesantren tebu ireng jombang pada saat sakit dan dirawat di rumah sakit di jombang dan dipindahkan di RSCM sempat mengatakan " nanti pada tanggal 31 Desember 2009 saya akan kembali kesini lagi ". tanpa disadari memang benar pada tanggal tersebut belia kembali ke Jombang dalam keadaan wafat dan dikebumikan di pondok pesantren tersebut. Gusdur adalah Bapak Pluralisme yang berjuang mempersatukan umat beragama, menyatukan kaidah dan pemersatu bangsa. ini terbukti dengan beberapa penghargaan yang diberikan kepadanya. gusdur adalah keturunan Ulama besar dimulai dari KH. Hasyim Asyhari ( kakek gusdur ) dan KH. Wahid Hasyim ( bapak gusdur ) dan beberapa keluarga dari pihak istri sang kakek.
Dalam kesehariannya Gusdur dikenal  seorang yang simpel, lugu. bahkan sering kali dibeberapa berita dengan gamblang mengatakan " gitu aja kok repot..........! ". selamat jalan Bapak bangsa, selamat jalan Bapak Pluralisme  jasamu akan dikenang sepanjang Masa.
lowongan investasi kerja di internet